Rabu, 17 Juli 2019

Disebut Bisa Meramal Lantaran Lulusan Sarjana Psikologi

06.57 0 Comments

Sumber: pintaram.com


Sob, kamu punya pengalaman serupa nggak?

"Eh kamu anak psikologi bisa ngebaca aku ya?"

Hadeuh 😒 


Sebenarnya enggak heran kalau banyak orang beranggapan 'anak psikologi' itu punya ilmu untuk mengetahui batin atau jiwa seseorang. Karena memang psikologi adalah ilmu tentang perilaku, mengkaji fungsi dan proses mental manusia secara ilmiah.

Ilmiah ya, jadi ada tahapan tes yang dilakukan sebelum sampai pada simpulan menginterpretasikan seseorang. Jadi bukan dengan cara melihat sekejap langsung bisa mengetahui misal kepribadian seseorang atau mengetahui kisah cintanya sudah dikhianati berap kali. 

Meskipun sebagai pendukung tes psikologi, ilmu fisiognomi juga kita perlukan. Ilmu tentang melihat karakter seseorang lewat wajah. Kepiawaan dalam ilmu ini tentunya sangat berpengaruh dari banyaknya jam terbang dalam melakukan banyak penelitian.

Di sisi lain yang disebut 'anak psikologi' dituntut untuk bisa mengerti orang lain. Dan jangan berharap untuk dimengerti orang lain.

'Anak psikologi' manusia juga kali. 

Tapi disitu memang tantangannya. Disaat hati gundah gulana, tiba-tiba datang seseorang mengadukan permasalahannya, saat itulah topeng harus dikenakan. Mengubah posisi diri. Dari objek menjadi subjek. Memfokuskan diri kepada klien. Mengenyampingkan masalah sendiri.

Makanan sehari-hari memang berbagai bentuk masalah. Melakukan problem solving untuk orang, namun terkadang untuk urusan pribadi, tetap butuh bantuan orang lain. Karena akan terjadi bias, bisa jadi enggak objektif, saat diri ditimpa masalah.

Bagaimanapun, sehebat apapun, manusia tetap membutuhkan manusia lain. Hidup berdampingan saling mendukung.

Selasa, 09 Juli 2019

Tips Menulis Ala Tere Liye

21.52 1 Comments


Penulis yang karyanya sangat dinantikan, yang bukunya dijadikan teman keseharian, yang tulisannya mempengaruhi pikiran.

Ia berasal dari pedalaman Sumatera. Bernama Darwis. Ada yang tahu siapa dia?

Ya, Tere Liye adalah sebuah nama yang Ia gunakan, sebagai nama besarnya. Nama yang dikenal banyak orang. Prinsipnya adalah penulis itu ya penulis, bukan selebritis. Jadi yang dikenal itu bukan orangnya tapi tulisannya. Barangkali itulah salah satu alasan kenapa, Tere Liye tidak mencantumkan nama asli di setiap cetakan bukunya.

Tips menulis Tere Liye, semoga menggugah.

  1. Topik tulisan bisa apa saja, tapi penulis yang baik selalu menemukan sudut pandang yang spesial.

Bang Tere memberi contoh, "Coba kalian buat tulisan yang di dalamnya ada kata hitam." Kebanyakan orang akan menuliskan tentang warna, gelap, kelam, kesedihan, atau ketakutan.


Tapi penulis yang baik akan menulis dengan sudut pandang yang berbeda, contohnya, "Hitam selalu datang terlambat, ke pasar terlambat, ke sekolah terlambat, ke mana pun terlambat, akhirnya teman-temannya, hijau, kuning, biru, ungu, merah, jingga, pergi meninggalkannya. Sejak itu pelangi tak ada warna hitam." Tere Liye menceritakan dengan sudut pandangnya. Bagaimana, menarikkan?

2. Penulis yang baik, membutuhkan amunisi, tidak ada amunisinya tidak bisa menulis.

Kepala kosong mana bisa menulis, maka itu perlu mengisinya terlebih dulu.

Nah ini dia trik Tere Liye mengisi amunisi ke kepala.

  • Banyak membaca buku, buku apa saja. Untuk menulis satu paragraf saja kita perlu membaca minimal satu buku.
  • Banyak melakukan perjalanan. Semakin banyak tempat atau orang yang kita temui maka semakin banyak amunisi yang bersarang di kepala. 
  • Bertemu dengan orang-orang bijak. Coba perhatikan banyak orang disekitar kota yang ternyata bijak dalam menjalani kehidupan, bisa jadi orang tua sendiri, kakek-nenek, om-tante atau pedagang di depan gang. 

3. Kalimat pertama adalah mudah, gaya bahasa adalah kebiasaan, dan menyelesaikan lebih gampang lagi.

Sering kita mengeluh susah menuliskan kalimat pertama. Kata Tere Liye, " Mudah, mudah, kalian tulisakan saja apa yang terlintas di pikiranmu saat itu. Nanti kalau sudah selesai menulis sampai akhir, baca lagi, lalu buang jaliamat yang nggak jelas tadi."

Persoalan lain,  setelah menulis, saat dibaca, gaya bahasanya tidak menarik ya. Malah kita mau muntah baca tulisan sendiri. 

"Gaya bahasa adalah kebiasaan, maka biasakanlah menulis, esok lusa, gaya bahasamu akan lebih lembut." Kata Tere Liye

Menyelesaikan lebih gampang lagi, "Kalau setiap menulis, kalian tertekan lahir-batin, boleh jadi kita tidak cocok jadi penulis." 
Jadi Ia bilang, "Menulis itu menyenangkan, kalau kalian menulis, lalu kehabisan ide di tengah jalan, mudah saja, tamatkan saja. 

Penulis Keren Dari Lubuk Linggau

21.31 0 Comments

Benny Arnas & Istri. (Sumber: facebook Benny Arnas)

Adalah Benny Arnas, akrab dipanggil Bang Ben, seorang penulis yang tanggal 12 Mei 2019 kembali ke Tanah Air, setelah selama 30 hari melakukan residensi ke banyak negara di Eropa.

Ada banyak rekam petualangan yang dishare Bang Ben di akun facebook maupun instagram pribadinya.

Penulis asal Lubuk Linggau ini mulai aktif menulis tahun 2008 saat usianya 25 tahun.

Karirnya menanjak tajam, sudah menulis sebanyak 22 buku, berupa  novel, cerpen, dan puisi. Banyak karyanya yang sudah terbit di media cetak maupun digital.

Bang Ben juga mendirikan lembaga kebudayaan, dan Ia seorang penggiat literasi di Lubuk Linggau, Sumatera Selatan.

Diusia 36 tahun ini, Ia menjadi penulis yang patut dibanggakan oleh negara ini.

Selain penulis, Bang Ben juga seorang produser juga sutradara.
Novel yang duet dengan Bunda Helvi Tiana Rosa, dijadikan film dengan judul " 212 The Power of Love."

Meskipun Bang Ben menamatkan kuliahnya di Fakultas Pertanian, Universitas Andalas.

Bang Ben memutuskan fokus berkarya dalam bidang kepenulisan.

Seru ya, dari hobi menjadi sumber penghasilan. Juga ladang dakwah. Dan tentunya menjadi sumber kebahagian.

Senin, 25 Maret 2019

5 Alasan Saya Cinta FLP

23.26 0 Comments


Hai, Sobat. Kalian tahu kenapa saya jatuh cinta sama FLP?

Yap! Sebelumnya saya mau kasih tahu dulu kepanjangan FLP ya, Sobat.

FLP itu Forum Lingkar Pena. Sebuah organisasi yang menaungi para pecinta buku dan penulis, yang bertujuan untuk memberikan pencerahan lewat tulisan.

Jadi kalian yang suka nulis, dan ingin berkarya serta memberikan inspirasi melalui tulisan, cocok bergabung di FLP.

Nah, ini 5 Alasan saya cinta FLP yang akan saya bagi ke kalian.


1. Semangat Berkarya

FLP tempat berkumpulnya penggiat literasi. Dengan suasana itu membuat saya lebih termotivasi untuk terus belajar dan berlatih menulis. Tentunya ada banyak ilmu yang dapat diperoleh setiap usai pertemuan.

2. Membangun Kepercayaan Diri

Saya adalah orang yang tidak percaya diri, merasa malu untuk menunjukkan kemampuan atau sekadar membagi pendapat. Nah, saat di FLP saya mulai memberanikan diri. Awalnya menuliskan apa saja yang sedang dipikirkan, setelah mendapat apresiasi dari kawan-kawan FLP, disitulah mulai tumbuh kepercayaan diri. Ditambah lagi puisi saya terbit di media cetak. Saya mulai menyadari, bahwa saya juga bisa berkarya.

3. Bertemu Orang-Orang Hebat

Semenjak saya di FLP,  banyak bertemu dengan para penulis seperti Kang Abik, A. Fuadi, Helvy Tyna Rosa, Asma Nadia, Iwan Setiawan, Maimon Herawati, Afifa Afra, Irfan hidayatullah, Sinta Yudisia, Boim Lebon, Tere Liye, Dini Dirgantoro, Clara Ng, Salim A Fillah, dan masih banyak lagi, Sob. Sampai saya enggak sanggup mencantumkan semuanya.

4. Belajar Mengemban Amanah

Saat tergabung didalam tim kepengurusan, tentunya banyak kegiatan yang harus dikerjakan dan nantinya akan dipertanggungjawabkan. Nah, disinilah saya belajar untuk mengurusi hal lain diluar dari keperluan pribadi saya.

5. Jalan-Jalan Sambil Belajar

Bersama FLP banyak kegiatan yang saya ikuti, serta banyak tempat yang saya kunjungi. FLP Medan sering dapat undangan untuk menghadiri sebuah acara, lho. Dan terakhir, saya bisa ke Bandung menghadiri munas ke 4 FLP.

Teman-teman FLP Medan menghadiri undangan ulang tahun ke-3 Blogger Medan.


Itulah 5 alasan yang membuat saya jatuh cinta sama FLP, Sob.
Kalian mau ikutan jatuh cinta seperti saya?

Oia, FLP itu ada di mana-mana. Bukan hanya di Indonesia, bahkan di luar Negeri juga ada, lho. Kalau saya, gabung di FLP Medan.

Jika ada yang ingin kalian tanyakan seputaran FLP, Insya Allah, saya siap menjawab.

(Tulisan ini dibuat dalam rangka lomba blog dari Blogger FLP dalam rangka Milad FLP ke-22)


Jumat, 01 Maret 2019

Diri yang Sedang Dihampiri Bosan

06.29 0 Comments
Sumber: id.aliexpress.com
Turk, tahun-tahun belakangan ini sangat membosankan.

Aktivitasku selalu sama.

Bertemu dan melakukan hal yang itu lagi, itu lagi. Rasanya bumi ini memang selebar daun keladi. Dan aku adalah kurcaci yang terperangkap di dalamnya.

Turk,
Kadang keirianku kambuh.
Meski telah susah payah memenjarakannya.

Aku iri melihat kawan-kawan yang sampai saat ini masih bergelut dengan kesukaan kami.

Sedang aku sedang membuang diri ke tempat antah berantah seolah menebus kesalahan, sampai dihukum begini.

Keputusanku enam tahun lalu itu memang bukan kesalahan. Saat itu, menurutku memang inilah yang terbaik.

Aku masih sanggup tersenyum saat mengingat itu. (Setiap keputusan tentunya ada konsekuensi bersamanya)

Meski kenyataannya hari-hari yang kulalui terasa berat. Diwarnai keluhan, tangisan, juga kerinduan.

Namun sekarang, aku ingin membuat keputusan baru. Sebelum kebosanan bisa membunuh manusia.

Belum terlambatkan, jika aku mulai dari awal. Meski bingung, awal yang mana ya?

1 Maret 2019


Minggu, 03 Februari 2019

Tahun Pertama yang Dramatis

08.03 0 Comments

Penyesuaian itu sungguh tak mudah, Ferguso.
Rasanya seperti naik roller coaster seharian tanpa jeda.

Belum lagi, secara tiba-tiba mendapati serangan dari arah yang tak disangka. Dan aku ke mana-mana harus memakai baju zirah, untuk bertahan hidup.

Ternyata lawan itu bisa berbentuk apa saja dan siapa saja.
***

Setiap hari adalah peperangan. Berperang dengan realita.
Hari-hari yang tak pernah kuinginkan namun harus tetap dijalani. Berperang dengan diri.

Nah, inilah drama baru dalam hidupku.
Terlalu banyak tokoh antagonis, sempat membuatku lemah.

Terus tokoh protagonisnya siapa? Tentunya [Aku], Ferguso. Kau tak perlu mendebatku soal ini.

***
Setiap hari ditikam rindu. Bayangkan sakitnya, Ferguso? Mungkin kamu gak akan kuat.
Biar si Dilan saja. Karena aku pun gak kuat.

Rindu pada mereka, yang telah menjadi bagian diriku.

Rindu pada sesuatu, yang merangkai mimpi, tawa, asa, kekuatan, kehangatan, rangkulan, feedback, dan setiap moment kebersamaan.

Rindu itu, bagaimana aku menjelaskannya?
***

[Februari 2019 masuk tahun ke-7 di Kota Antah Berantah. Semoga ada "titik terang" yang sebentar lagi terlihat].

Sabtu, 02 Februari 2019

Menikah Itu Urusan Dunia dan Akhirat.

07.02 0 Comments


Menikah itu bukan perkara suka sama suka atau soal cinta saja, lalu siap ijab qabul.

Pernikahan itu perintah Allah yang dicontohkan Rasulullah.

Pernikahan itu kendaraan. Bisa menuju Surga atau Neraka.

Pernikahan itu ada pahalanya, namun ada juga dosanya.

Maka dari itu, perlu pemahaman untuk menjalaninya. Dimulai dari niatan karena Allah.

Lalu dijalani seperti yang Rasulullah contohkan.

Sang istri melakoni sesuai fitrahnya begitu pula suami.

Dan menikahlah, karena menikah itu adalah perintah Allah Ta'ala.

Menikahlah, karena menikah adalah sunnah Rasulullah.

Menikahlah, karena dengan menikah hati menjadi tentram.

Menikahlah, karena dengan menikah banyak keberkahan di dalamnya.

Menikahlah, karena menikah bisa dijadikan kendaraan menuju Surga.

***
Penting bagi perempuan untuk memilih atau menerima laki-laki yang diharapkan bisa menjadi imam yang salih. Yang ketika bersamanya Surga terasa dekat.

Perempuan adalah makmum yang harus patuh. Dengan penuh kerelaan serta keikhlasan.

Oleh karenanya, kehati-hatian dalam mencari pasangan hidup itu harus.

Semoga Allah mempertemukan kita semua dengan pasangan yang salih. Yang hatinya dipenuhi cinta kepada Allah dan Rasulullah.