Selasa, 24 September 2013

Kelima

Kepada Kamu
10 Juni 2013 pukul 22:55

Kepada Kamu
: yang dituliskan untukku di Lauh Mahfudz

“Ialah rindu ketika aku terbangun dari tidur pagi, lalu seperti kehilangan sesuatu yang sebenarnya tidak ada, aku seakan mencari, seperti ingin ditemukan dan aku menemukan. :merindumu yang entah.”

Usiaku, tepatnya 22 tahun di februari lalu. Aku tengah mempersiapkan segala sesuatu, sebagai perbekalan perjalanan panjang kita. Aku sebagai istri dan kamu sebagai suami. Dan kelak aku menjadi Ibu dan kamu Ayah. Tak kupungkiri sesekali ada yang singgah di hati, lalu segera kuusir, berusaha menjaga hati hanya untuk satu nama, satu kamu, yang datang menemukanku meminta untuk membersamaimu.

Entahlah, belakangan aku sering memasukkanmu dalam doa khusukku di sepertiga malam. Berharap kamu datang sebelum usiaku 23 tahun. Aku ingin menikah muda, tak sabar ingin membangun rumah cinta, kita sholat berjamaah,

Tak ingin berandai siapa pun kamu. Bagiku ketika kamu datang memintaku dengan baik. Aku tak perlu berandai siapa pun kamu. Berdoa dan bersabar adalah caraku menunggumu.
Sembari berbenah diri, mencari perbekalan. Aku tak ingin menjadi biasa ketika membersamaimu. Sebisa mungkin, kupersembahkan diriku sebaik mungkin.
Tentunya aku juga ingin menjadi ibu yang dapat mengasuh buah hati kita, menshalihkan mereka. Aku akan malu padamu jika aku tak mampu membaca alquran dgn benar, malu jika hapalan surahku tak banyak, malu jika Sholatku tak tepat waktu. Dan tentunya terlebih lagi aku malu pada Allah yang telah memberikan pendamping seindah kamu, perangainya.
Sebab itu aku harus berbenah. Bukankah kita bersama, tujuannya menyempurnakan ibadah?
Kebersamaan kita adalah kapal yang membawa kita ke jannahNya. Kelak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar