Selasa, 08 Oktober 2013

"Rinai Hujan" Kompleksnya berbagai inspirasi Aku temukan padanya.

Aku seolah berada di Gaza bersama Hazeem, Sana'a dan Rinai. Lalu Aku tetap menjadi Suci. Berada di sana melihat jelas betapa hebatnya hidup mereka. Menyandarkan segala sesuatunya hanya kepada Allah azza wa jala.

Membaca "Rinai" karangan Mba Sinta Yudisia, membuat aku kembali kepada zaman dimana masih kuliah di Universitas Medan Area. Sigmund Freud-Psikoanalisa, Teori Humanistik, Behavior, Gestalt, mekanisme pertahanan diri dan sebagainya adalah istilah psikologi yang tak asing lagi. Jadilah aku seperti mengalami reinkarnasi duduk di kursi barisan terdepan setiap kali mengikuti mata kuliah yang menjadi favorit. Kalau saja sewaktu itu nikmatnya memelajari psikologi seperti membaca buku Rinai, mungkin cita-citaku menjadi praktisi anak akan menempuh jalan mulus. Membayangkan berada di tengah-tengah kehidupan Rinai, mungkin saja aku bisa berkenalan lalu bersahabat karib dengannya. Sepertinya kami satu gelombang.

Sebenarnya dulu aku ingin menjadi seorang klinisian, tetapi karena di kampusku bidang PIO dan Pendidikan yang menjadi fokus utama dan mungkin karena kekurangan SDM di bidang klinisian akhirnya bidang klinis seperti ditiadakan dipadatkan kedalam bidang perkembangan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar