Senin, 15 Januari 2018

Rahasia Siswa Ini Sukses Memperoleh Nilai UN Tertinggi.

Namanya Siti Fatimah Roba'ah (Fatimah) seorang santriwati Pesantren Tahfidzul Qur'an Nurul Hayat (NH) Malang. Fatimah tumbuh di lingkungan keluarga dengan kondisi ekonomi yang sulit. Waktu itu, demi menamatkan Fatimah SD, Kakaknya terancam tidak bisa menamatkan SMP. Tetapi Fatimah menolak melanjutkan sekolah jika kakaknya tidak sekolah juga. Menurut Fatimah, kakaknya lebih cerdas dan berbakat dibandingkan dirinya.

Lalu Ayah Fatimah memasukkan kakaknya ke Panti Sosial Tuban supaya tetap bisa bersekolah. Rupanya saat itu panti sudah penuh maka pihak panti menyarankan agar menghubungi NH Tuban. Akhirnya kakak Fatimah diterima di Pesantren Anak Saleh (PAS) NH Tuban.

Melihat kemajuan kakaknya yang sangat pesat, berprestasi, hapalan Qur'an lancar, bahkan lulus masuk ITB,  ayah Fatimah memasukkan Fatimah ke Pesantren Tahfidzul Qur'an (PTQ) Putri NH Malang setelah tamat SD.

Fatimah bertekad belajar sungguh-sungguh, mengingat baik-baik perjuangan orangtuanya mencari uang dengan berjualan mie instan serta tidak ingin menyiakan donasi yang sudah diberikan para pihak donatur yang disalurkan dengan baik oleh NH.

Selain sudah hafal 10 juz Fatimah juga meraih nilai UN tertinggi di SMAN4 Malang.

Ketika ditanyai apa rahasianya,
"Saya mengikuti nasihat Abi (pengasuh PTQ NH Malang-red) agar selalu mengutamakan Al-Qur'an." Fatimah menjelaskan.

"Karena orang yang menghapal Al-Qur'an dan mendahulukan Al-Qur'an dari yang lain, Insyaa Allah  akan dipermudah hidupnya. Meski tidak meminta ini-itu sama Allah, Allah tau apa yang kita butuhkan." lanjut penjelasan dari Fatimah.

Rahasia lainnya, Fatimah juga menceritakan.

"Selain itu harus selalu mendahulukan sholat. Kalau belajar harus lillahita'ala, jangan karena ingin juara dan sebagainya, dan yang tak kalah penting adalah restu dari orangtua juga guru. Insyaa Allah berkahnya akan mengalir."

Selain itu, pentingnya memotivasi diri sendiri, agar niat yang kuat tidak mudah luntur. Dan jurus andalan Fatimah adalah memasang daftar impian sebagai target yang ingin diwujudkan di dinding kamar. Lalu menggunakan waktu luang untuk belajar dan belajar.

Bersyukur masih ada remaja seperti Fatimah yang bisa menjadi teladan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar