Sabtu, 03 Maret 2018

Kamu Pernah Dilema? Memilih Keinginan Hati atau Mengabaikan, Karena Berbagai Hal.

Picture from facebook kartun muslimah.


Hei, pilih mana?

Pekerjaan yang bergaji besar. Sehingga memenuhi kebutuhan pribadi dan dapat membantu keluarga.

Atau,

Kerjaan, tak menentu. Kadang ada, kadang tidak. Tinggal bersama keluarga dan dekat dengan orang-orang shalih, Insyaa Allah.

Atau,

Gimana kalau, punya uang banyak, berkesempatan mengaktualisasikan diri, berkarya, berguna bagi orang lain,  tinggal bersama keluarga, dan dikelilingi orang-orang shalih. Andai-andai yang sempurna, bukan? Saya pilih inilah. Hahaha

Padahal, sekalipun saat orang sudah pada posisi itu, masih saja merasa ada yang kurang. Manusia oh manusia. Tidak pernah puas jika menuruti keinginan.

Saya mengalami ini, antara keinginan dan pilihan yang ada di depan mata tidak sesuai. Sulit ya, di hadapkan pada situasi begini. Rencana, doa, harapan, impian, yang telah saya adukan pada Allah, seolah tidak didengar. Karena realita yang dijalani, lain dari yang pernah saya rencanakan.

Bukankah, Allah akan mendengar harapan-harapan baik dari hamba-Nya?
Dan saya pikir, impian yang saya rangkai selama ini, adalah hal baik, yang seharusnya Allah akan memuluskan jalan bagi saya.

Praktisi anak, S2, penulis, belajar Islam lebih banyak, aktif dalam kegiatan charity, dsb. Bagaimana? Apa itu bukan impian-impian yang penuh kebaikan?

Tiga tahun, saya habiskan untuk memahami kondisi ini. Seharusnya ada hikmah dibalik setiap skenario Allah kan? Dengan bekal ilmu yang masih dangkal, saya pelan-pelan bersabar.

Yang jelas, Allah Maha Pengasih, meskipun tidak selalu mengabulkan segala pinta.
Yang jelas, Allah Maha Penyayang, meskipun silih berganti ujian menghadang.

Pentingnya Mengenal Allah.

"Orang-orang beriman itu, jika ditimpa musibah ia bersabar, jika diberi nikmat ia bersyukur.

Sabar dan syukur adalah jurus ampuh, agar merasa bahagia di mana pun dan kapan pun.

Menguasai jurus itu, berarti kita akan lebih dekat dengan Allah. Kita bisa mengenal Allah. Lalu merasa tenang atas segala yang Dia gariskan untuk kehidupan kita. Karena sepenuhnya sudah yakin kepada Allah.

Jadi jika dilema melanda, berlarilah ke arah Allah, dekati Dia, lebih dekat lagi, dan jauh lebih dekat. Sampai kita paham, kenapa hidup kadang begini-kadang begitu. Ini lagi ngomong sama diri sendiri.

Apa cuma saya yang dilema? Saya berharap, kawan saya banyak dalam hal ini. Gak enak kalau cuma sendirian, hahaha..

Tentu setiap orang, ingin kehidupannya lebih baik setiap hari. Suka atau tidak suka, mau tidak mau, hidup tetap hidup. Harus ingat, kembali pada tujuan Allah menciptakan manusia.

"Semata-mata untuk beribadah kepada Allah. Di mana pun, kapan pun, dan bagaimana pun."

Kalau kita berdamai saja bagaimana, wahai dilema? Perasaan tidak menerima itu, karena lemah hati. Nah, dengan belajar ilmu-ilmu Allah, merupakan solusinya.

Karena sampai pada tujuan akhir lebih prioritas. Apa tujuan akhir itu? Surga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar