Sabtu, 08 September 2018

Cinta Itu Berbagi



Judul buku : Cinta Suci Adinda
Penulis : Afifah Afra
Penerbit : Indiva Media Kreasi
Tahun : 2018
Tebal : 368 hlm

Cinta Itu Berbagi

...dan kita akan menemukan cinta, jika kita berbagi, kemudian mereka bahagia karena telah diberi.

Maka kebahagiaan yang kita rasakan, muncul dengan sendirinya.

Kita berbagi, orang lain bahagia, lalu kita akan bahagia dua kali lipat daripadanya.
Itu semua karena cinta telah tumbuh pada setiap hati kita.

Ada yang sudah merasakan?

Pembahasan tentang cinta selalu menarik. Seperti kisah Adinda di dalam novel ini mengajarkan bahwa hakikatnya  cinta itu tulus memberi, bukan mengharapkan imbalan setelahnya.

"Sekalipun tak kuuraikan dengan kalimat, perasaan yang tulus akan sampai meski dalam rupa yang tak lagi sama. Namun maksud baik pada akhirnya akan dimengerti."

Pertama kali saya membaca novel ini sudah punya firasat, ini jalan ceritanya keren. Apalagi orang yang tertarik dengan ilmu psikologi, di jamin akan lebih menikmatinya lagi.

Membaca sekaligus seperti sedang mengikuti kuliah. Ada banyak pengetahuan tentang skizofrenia (gangguan jiwa) yang diceritakan dengan sederhana, sehingga mudah dipahami.

Novel ini cukup memberikan inspirasi, bagaimana seorang anak harus berbakti kepada orang tua.
Bagaimana hidup dengan baik dalam lingkungan kerja dan berteman.
Serta yang menjadi inti dari novel ini, bagaimana bersikap saat mengalami ketertarikan kepada lawan jenis. Harus memperhatikan kebaikan dari awal sampai akhir.

Ternyata kisah Cinta Adinda jauh lebih romantis daripada cerita roman picisan yang bertebaran.

Setelah Dokter Irham mendapat surat balasan dari Adinda. Dokter Irham menyimpulkan bahwa dirinya ditolak.

Langsung saja Dokter Syamsudin tertawa.
"Saya sudah tau isi surat itu, karena Adinda meminta saya membacanya terlebih dahulu. Dia terlebih dahulu meminta pendapat saya dan Nabila perihal isi suratnya. Akan tetapi, saya berbeda kesimpulan denganmu, Irham." (Halaman 310)

Lebih seru kalau kisah Cinta Suci Adinda kita baca sendiri, bukan tahu dari orang lain. Karena sensasi membaca seseorang berbeda-beda. Selamat membaca, selamat menikmati, dan bahagia.









Tidak ada komentar:

Posting Komentar