Sabtu, 03 November 2018

Kehebohan Malam-Malam

Sumber: batam.tribunnews.i

Malam ini setahun yang lalu aku lagi di Bandung. Bertualang mencari ilmu dan pengalaman, takjub bertemu dengan ratusan orang penggiat literasi.

Sedangkan malam ini, 3 November 2018 sebuah kehebohan terjadi.

Lapar. Tapi lauk dan sayur yang ada, tak membuatku berselera. Jadilah aku keluar beli telur di warung.

Sekembalinya dari warung. Aku lihat katak lompat-lompat di depan pintu. Ku ambil sapu lidi untuk mengusirnya. Si katak terus lompat-lompat, tetap berada di teras.

Jadinya, aku tergesa-gesa membuka pintu. Dan dengan kekuatan super. Kunci pintu patah.

Bukannya jadi cepat masuk malah gak bisa masuk.

Nasib! Perut lapar. Ditambah lagi pusing bagaimana caranya masuk ke rumah.

Kalau sudah begini. Berharap Doraemon datang dan meminjamkan pintu ke mana saja miliknya.

Setelah mikir. Mondar-mandir. Tepok jidat. Mutar-mutar. Tetap gak nemu juga solusinya.

Mau gak mau, akhirnya minta bantuan tetangga sambil pasang wajah menyedihkan.

Ah kalau ngomongin tetangga rasanya aku terharu. Alhamdulillah punya tetangga yang peduli.

Pernah suatu hari aku bingung. Tiba-tiba sampah di belakang rumah hilang. Terus, tiba-tiba rumput liar yang menyemak di halaman kabur. Juga tiba-tiba sampah yang menyumbat paritku lari tunggang langgang entah ke mana.

Eh. Rupanya tetanggaku yang melakukannya.

Dan malam ini, lagi-lagi aku merepotkan.

Semoga mereka diberi ketabahan karena punya tetangga seperti aku ini.

Terima kasih aku ucapkan kepada mereka yang telah membantuku melewati kehebohan malam ini.

Kurenungkan baik-baik hikmah apa dibalik peristiwa ini.

Sungai Dua, 3 November 2018
(Aku lapar)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar