Minggu, 03 Februari 2019

Tahun Pertama yang Dramatis

08.03 0 Comments

Penyesuaian itu sungguh tak mudah, Ferguso.
Rasanya seperti naik roller coaster seharian tanpa jeda.

Belum lagi, secara tiba-tiba mendapati serangan dari arah yang tak disangka. Dan aku ke mana-mana harus memakai baju zirah, untuk bertahan hidup.

Ternyata lawan itu bisa berbentuk apa saja dan siapa saja.
***

Setiap hari adalah peperangan. Berperang dengan realita.
Hari-hari yang tak pernah kuinginkan namun harus tetap dijalani. Berperang dengan diri.

Nah, inilah drama baru dalam hidupku.
Terlalu banyak tokoh antagonis, sempat membuatku lemah.

Terus tokoh protagonisnya siapa? Tentunya [Aku], Ferguso. Kau tak perlu mendebatku soal ini.

***
Setiap hari ditikam rindu. Bayangkan sakitnya, Ferguso? Mungkin kamu gak akan kuat.
Biar si Dilan saja. Karena aku pun gak kuat.

Rindu pada mereka, yang telah menjadi bagian diriku.

Rindu pada sesuatu, yang merangkai mimpi, tawa, asa, kekuatan, kehangatan, rangkulan, feedback, dan setiap moment kebersamaan.

Rindu itu, bagaimana aku menjelaskannya?
***

[Februari 2019 masuk tahun ke-7 di Kota Antah Berantah. Semoga ada "titik terang" yang sebentar lagi terlihat].

Sabtu, 02 Februari 2019

Menikah Itu Urusan Dunia dan Akhirat.

07.02 0 Comments


Menikah itu bukan perkara suka sama suka atau soal cinta saja, lalu siap ijab qabul.

Pernikahan itu perintah Allah yang dicontohkan Rasulullah.

Pernikahan itu kendaraan. Bisa menuju Surga atau Neraka.

Pernikahan itu ada pahalanya, namun ada juga dosanya.

Maka dari itu, perlu pemahaman untuk menjalaninya. Dimulai dari niatan karena Allah.

Lalu dijalani seperti yang Rasulullah contohkan.

Sang istri melakoni sesuai fitrahnya begitu pula suami.

Dan menikahlah, karena menikah itu adalah perintah Allah Ta'ala.

Menikahlah, karena menikah adalah sunnah Rasulullah.

Menikahlah, karena dengan menikah hati menjadi tentram.

Menikahlah, karena dengan menikah banyak keberkahan di dalamnya.

Menikahlah, karena menikah bisa dijadikan kendaraan menuju Surga.

***
Penting bagi perempuan untuk memilih atau menerima laki-laki yang diharapkan bisa menjadi imam yang salih. Yang ketika bersamanya Surga terasa dekat.

Perempuan adalah makmum yang harus patuh. Dengan penuh kerelaan serta keikhlasan.

Oleh karenanya, kehati-hatian dalam mencari pasangan hidup itu harus.

Semoga Allah mempertemukan kita semua dengan pasangan yang salih. Yang hatinya dipenuhi cinta kepada Allah dan Rasulullah.