Rabu, 17 Juli 2019

Disebut Bisa Meramal Lantaran Lulusan Sarjana Psikologi


Sumber: pintaram.com


Sob, kamu punya pengalaman serupa nggak?

"Eh kamu anak psikologi bisa ngebaca aku ya?"

Hadeuh 😒 


Sebenarnya enggak heran kalau banyak orang beranggapan 'anak psikologi' itu punya ilmu untuk mengetahui batin atau jiwa seseorang. Karena memang psikologi adalah ilmu tentang perilaku, mengkaji fungsi dan proses mental manusia secara ilmiah.

Ilmiah ya, jadi ada tahapan tes yang dilakukan sebelum sampai pada simpulan menginterpretasikan seseorang. Jadi bukan dengan cara melihat sekejap langsung bisa mengetahui misal kepribadian seseorang atau mengetahui kisah cintanya sudah dikhianati berap kali. 

Meskipun sebagai pendukung tes psikologi, ilmu fisiognomi juga kita perlukan. Ilmu tentang melihat karakter seseorang lewat wajah. Kepiawaan dalam ilmu ini tentunya sangat berpengaruh dari banyaknya jam terbang dalam melakukan banyak penelitian.

Di sisi lain yang disebut 'anak psikologi' dituntut untuk bisa mengerti orang lain. Dan jangan berharap untuk dimengerti orang lain.

'Anak psikologi' manusia juga kali. 

Tapi disitu memang tantangannya. Disaat hati gundah gulana, tiba-tiba datang seseorang mengadukan permasalahannya, saat itulah topeng harus dikenakan. Mengubah posisi diri. Dari objek menjadi subjek. Memfokuskan diri kepada klien. Mengenyampingkan masalah sendiri.

Makanan sehari-hari memang berbagai bentuk masalah. Melakukan problem solving untuk orang, namun terkadang untuk urusan pribadi, tetap butuh bantuan orang lain. Karena akan terjadi bias, bisa jadi enggak objektif, saat diri ditimpa masalah.

Bagaimanapun, sehebat apapun, manusia tetap membutuhkan manusia lain. Hidup berdampingan saling mendukung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar