Selasa, 09 Juli 2019

Tips Menulis Ala Tere Liye



Penulis yang karyanya sangat dinantikan, yang bukunya dijadikan teman keseharian, yang tulisannya mempengaruhi pikiran.

Ia berasal dari pedalaman Sumatera. Bernama Darwis. Ada yang tahu siapa dia?

Ya, Tere Liye adalah sebuah nama yang Ia gunakan, sebagai nama besarnya. Nama yang dikenal banyak orang. Prinsipnya adalah penulis itu ya penulis, bukan selebritis. Jadi yang dikenal itu bukan orangnya tapi tulisannya. Barangkali itulah salah satu alasan kenapa, Tere Liye tidak mencantumkan nama asli di setiap cetakan bukunya.

Tips menulis Tere Liye, semoga menggugah.

  1. Topik tulisan bisa apa saja, tapi penulis yang baik selalu menemukan sudut pandang yang spesial.

Bang Tere memberi contoh, "Coba kalian buat tulisan yang di dalamnya ada kata hitam." Kebanyakan orang akan menuliskan tentang warna, gelap, kelam, kesedihan, atau ketakutan.


Tapi penulis yang baik akan menulis dengan sudut pandang yang berbeda, contohnya, "Hitam selalu datang terlambat, ke pasar terlambat, ke sekolah terlambat, ke mana pun terlambat, akhirnya teman-temannya, hijau, kuning, biru, ungu, merah, jingga, pergi meninggalkannya. Sejak itu pelangi tak ada warna hitam." Tere Liye menceritakan dengan sudut pandangnya. Bagaimana, menarikkan?

2. Penulis yang baik, membutuhkan amunisi, tidak ada amunisinya tidak bisa menulis.

Kepala kosong mana bisa menulis, maka itu perlu mengisinya terlebih dulu.

Nah ini dia trik Tere Liye mengisi amunisi ke kepala.

  • Banyak membaca buku, buku apa saja. Untuk menulis satu paragraf saja kita perlu membaca minimal satu buku.
  • Banyak melakukan perjalanan. Semakin banyak tempat atau orang yang kita temui maka semakin banyak amunisi yang bersarang di kepala. 
  • Bertemu dengan orang-orang bijak. Coba perhatikan banyak orang disekitar kota yang ternyata bijak dalam menjalani kehidupan, bisa jadi orang tua sendiri, kakek-nenek, om-tante atau pedagang di depan gang. 

3. Kalimat pertama adalah mudah, gaya bahasa adalah kebiasaan, dan menyelesaikan lebih gampang lagi.

Sering kita mengeluh susah menuliskan kalimat pertama. Kata Tere Liye, " Mudah, mudah, kalian tulisakan saja apa yang terlintas di pikiranmu saat itu. Nanti kalau sudah selesai menulis sampai akhir, baca lagi, lalu buang jaliamat yang nggak jelas tadi."

Persoalan lain,  setelah menulis, saat dibaca, gaya bahasanya tidak menarik ya. Malah kita mau muntah baca tulisan sendiri. 

"Gaya bahasa adalah kebiasaan, maka biasakanlah menulis, esok lusa, gaya bahasamu akan lebih lembut." Kata Tere Liye

Menyelesaikan lebih gampang lagi, "Kalau setiap menulis, kalian tertekan lahir-batin, boleh jadi kita tidak cocok jadi penulis." 
Jadi Ia bilang, "Menulis itu menyenangkan, kalau kalian menulis, lalu kehabisan ide di tengah jalan, mudah saja, tamatkan saja. 

1 komentar:

  1. duh, harus sering-sering baca tentang menulis ini, supaya tetap dalam koridor rajin menulis :D semangat! makasih atas sharingnya ^^ senengnya bisa saling blog walking

    BalasHapus