Rabu, 26 Februari 2020

Beli Laptop Bekas, Why Not?



Sumber gambar:pinterest,com

Beli barang bekas wort it, nggak sih?


Ini tentang pengalaman saya beli laptop bekas, dua bulan lalu. Sebelumnya sama sekali nggak kepikiran untuk membeli, karena dalam banyak hal, biasanya saya usahakan beli barang baru daripada beli produk pemakaian kedua alias second. Meski harus puas dengan kualitas rendah karena kondisi dompet, yang penting baru.

Kalau sekarang, cara berpikir agak lain, yang jelas saat memutuskan beli laptop bekas, why not kan ya?

Waktu itu, sempat kecewa beli laptop baru yang harganya murah, tapi dari awal pemakaian saya sering mengeluh. (Padahal belinya offline, lho)

Pembelian secara online memaksa saya untuk lebih hati-hati, sebelum membeli.


Saya cari info sebanyak mungkin, bahkan berkali-kali, mengamati untuk memastikan. Seperti membaca banyak review produk adalah hal yang perlu dilakukan saat membeli barang secara online.
Saya lebih percaya komentar orang yang sudah mengalami, daripada kalimat iklan yang menggiurkan.

Tinggal di wilayah tertinggal tingkat II membuat saya lebih sering belanja online daripada offline. Ntah itu sekadar beli makanan, barang-barang kecil, maupun besar seperti tilam busa, serta laptop yang amat rentan keselamatannya selama perjalanan. Alhamdulillah, sejauh ini aman-aman aja dan belum pernah merasa kapok belanja online. Semoga begitu seterusnya.

Beli laptop di toko mana?


Setelah ngubek-ngubek, menghabiskan satu purnama, akhirnya, nemu satu toko yang buat yakin, padahal kalau dilihat harga sedikit tinggi dibanding toko-toko lain. Alasannya yang menguatkan karena mereka mengklaim bahwa produk yang dijual adalah produk original, memastikan barang dalam kondisi sehat siap pakai, serta melakukan dua kali pemeriksaan sebelum barang dikirim ke pembeli.
Saya beli di toko ini atau bisa kunjungi akun instagram @gadgethouse.laptop (bukan job endorse nih, cuma ingin berbagi)

Selama pemakaian dua bulan ini, saya puas, touchpad solid dan responsif, nyaman digunakan. overall bagus deh, kondisi baterai juga prima. Pokoknya sesuai harapan. Apalagi saat rekan kerja yang paham dunia per-laptop-an bilang bagus, saya pun bersyukur.

Ternyata barang lama belum tentu ketinggalan zaman, laptop keluaran tahun 2012 yang saya beli ini, performanya nggak kalah canggih sama laptop keluaran terbaru yang harga ekonomis. Cuma kalah di-body aja. Secara laptop sekarang body-nya slim.

Alhamdulillah akhirnya saya punya laptop yang bisa diajak kerjasama.

Dell Lattitude E5440
(karena belum sempat ambil gambar laptop sendiri, ini gambar saya ambil dari google. Merk dan tipe sama).

Semoga ada kebaikan yang dapat diambil dari pengalaman saya yang sederhana ini ya.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar