Minggu, 09 Februari 2020

Bagaimana Caranya Menjaga Kewarasan?


Sumber gambar: https://www.pinterest.de/pin/445926800584613382/
Hidup selalu punya pilihan, bahkan tidak memilih adalah pilihan. Jika langkah telah ditentukan, tentu ada ujian, ada sesuatu yang mungkin menjadi risiko. Dan lawan terberat dalam menjalani hidup adalah diri sendiri.

Setiap manusia memiliki cerita hidup masing-masing. Seseorang seharusnya tidak berhak mencampuri urusan orang lain tanpa diminta. Kecuali pada kasus tertentu untuk tujuan kemaslahatan. Bukankah kehidupan ini terasa menyenangkan jika demikian?
Skenario terbaik kisah manusia adalah takdir yang sudah ditetapkan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada hambanya. Sebab itu, aku terus belajar untuk bersyukur dalam keadaan bagaimanapun. Pikiran negatif yang menyerang setiap hari harus segera dihadang, meski tak jarang aku tumbang karenanya. Tapi semuanya belum berakhir, perjuangan berlanjut.
“Ya Rabb, bantulah aku untuk tak berputus asa atas RahmatMu.”

***   
                                   
Pilihan pertamaku, tak ada istilah pacaran sebelum pernikahan. Diusia yang cukup dewasa, aku masih berupaya keras dalam hal ini. Menjaga interaksi sehat terhadap lawan jenis. Tak sedikit yang mengatakan aku menutup diri atau kaku dalam pergaulan. Mau apalagi jika ada yang berpikiran demikian, aku tak mungkin bisa mengendalikan pikiran orang lainkan? Dan mendekati Allah adalah cara menjaga kewarasan.
Jika hanya dihadapkan dua pilihan, tak menikah atau menikah dengan jalan yang salah. Aku akan memilih tak menikah. Dengan perantara hadits ini yang membuatku tenang.

“Sesungguhnya tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena ketakwaan kepada Allah Ta’ala, kecuali Allah pasti akan memberikan sesuatu sebagai pengganti yang lebih baik darinya.” (HR. Ahmad)

Pilihan keduaku, mengubah gaya hidup. Saat ini, pelan-pelan mengubah pola makan. Motivasi karena ingin sehat. Berarti sebelumnya sakit ya? Iya. Sistem pencernaanku bermasalah, akhirnya mulai memengaruhi kondisi kesehatan. Sudah berjalan lima bulan, masih terus belajar memahami tubuh. Perubahan positif yang kurasakan membuat hari-hari lebih bersemangat. Selain pola makan, pola istirahat serta olahraga juga mulai diperbaiki. Alhamdulillah saat mood swing aku tahu harus melakukan apa.
Sejauh ini tantangannya macam-macam. Faktor internal yang paling utama. Adapun eksternal sebenarnya tak menjadi masalah kalau bisa mengendalikan diri. Tentu kerja keras tak akan mengkhianati hasilkan? Selalu ada perjuangan untuk capaian yang diinginkan.

Pilihan ketigaku, hidup sealami mungkin, hidup sesederhana mungkin. Belajar terus-menerus untuk menerapkan ilmu syukur, sabar, ikhlas, juga bersemangat mengejar impian. Jelas tak sederhana melakukannya. Sebab itu manusia tak boleh berhenti belajarkan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar