Sabtu, 20 Juni 2020

Ini Alasan Saya Berhenti Makan Nasi

Sumber: Brilio.net

"Mau diet ya?"
"Duh, kurang langsing gimana lagi sih."
"Nggak makan nasi entar sakit baru tahu!"
Diawal saya agak kelabakan menanggapi berbagai komentar, kalau sekarang sudah bisa dibawa santai. Semua butuh proses dan biarkan hasil yang berbicara.

Alasan Saya Tak Makan Nasi

Alasan sederhananya karena saya sakit dan ingin sehat. Sederhana sekalikan? 

lha jadi terbalik ya, kalau orang lain makan nasi supaya tak sakit, kalau saya lain, karena ingin sehat maka berhenti makan nasi. 

Jadi saya ingin balik tanya, kenapa sih kita harus rutin makan nasi, setiap hari, pagi, siang, malam? Ayo kenapa? 


Kenalan Dulu Sama Nasi

Alasan pertama:

Nasi termasuk golongan biji-bijian. Entah itu nasi putih, merah, coklat, maupun hitam, asal nasi tetap sama. Bedanya di kandungan gizi karena proses penanaman. Biji-bijian, kacang-kacangan merupakan makanan yang sulit dicerna apalagi oleh pencernaan yang sensitif, atau yang punya masalah GERD (gastroesophageal reflux disease) yaitu penyakit asam lambung disebabkan oleh melemahnya katup atau sfingter yang terletak di kerongkongan bagian bawah.

Kenapa biji-bijian susah dicerna oleh manusia? Jawaban sederhananya karena biji-bijian adalah makanan pokok unggas. Mereka punya tembolok sebagai tempat penyimpanan makanan sementara untuk dilunakkan. Kalau manusia makan nasi setiap hari, pagi, siang, malam, bahkan sepanjang hidup, apa kita mau saingan sama ayam? 

Biji-bijian itu punya kulit yang fungsinya untuk menjaga struktur kekakuan atau bertindak sebagai kerangka. Kulitnya mengandung selulosa sehingga sulit dipecah oleh enzim. 

Alasan Kedua:

Nasi merupakan makanan pokok banyak negara, khususnya Asia. Kebutuhan akan nasi sangat tinggi. Itu membuat produsen beras harus memastikan hasil panennya bagus. Serta meminimalisir gagal panen.

Pernah dengar istilah GMO, kan? (Genetically Modified Organism
yaitu organisme yang secara genetik telah dimodifikasi menggunakan teknik rekayasa genetika dengan cara mentransfer, mengubah, menambah, mengurangi DNA suatu makhluk hidup, terhadap makhluk hidup lainnya. Dengan tujuan agar makhluk hidup tersebut dapat lebih kuat, kebal, dan produktif. Metode ini juga bisa menciptakan spesies dan sub-spesies baru. Istilah lainnya makanan transgenik. Kalian bisa baca postingan instagramnya dr. Herlin Ramadhanti di sini.

Siapa yang merekayasa? Kalian bisa search di google. 

Padi termasuk produk GMO, khususnya beras import ya, karena memang yang melakukan GMO perusahaan luar negeri. Kalau padi yang ditanam di kampung beda. Tumbuh lebih alami, meskipun ada juga yang menggunakan pestisida kimia sebagai pelindung dari hama.

Jadi masalahnya apa kalau padi yang banyak dijual dipasaran merupakan produk GMO?

Sebenarnya efek pada manusia sulit dideteksi dan prosesnya lama. Maka produk GMO diujicobakan pada tikus. dr. Herlin Ramadhanti menjelaskan isi buku dr. Jeffrey Smith yang berjudul Seeds of Deception dan Genetik Roulette, ada 65 risiko serius akibat mengkonsumsi produk GMO, berikut beberapa diantaranya: 

  1. Tikus yang diberi makan transgenik menunjukkan peningkatan lima kali berisiko kematian, bayi yang dilahirkan tidak cukup berat badan, serta tidak mampu berproduksi.
  2. tikus jantan yang diber makanan transgenik, mengalami kerusakan sel-sel sperma muda.
  3. Dapat mengubah fungsi DNA embrio tikus.
  4. Petani AS telah melaporkan masalah kemandulan antara babi dan sapi yang diberikan makanan trangenik. 
  5. Penyidik di India telah mendokumentasikan masalah kesuburan, aborsi, kelahiran prematur serta kematian pada kerbau.
  6. Hewan yang diberi makanan transgenik mengalami pendarahan perut. Berpotensi tumbuhnya sel kanker, kerusakan organ, memperburuk sistem kekebalan, peradangan ginjal, masaslah dengan darah, sel hati, dan kematian yang tak dapat dijelaskan.
  7. Gen dari tanaman GMO mentransfer bakteri ke usus manusia yang mungkin akan mengubah flora usus menjadi hidup seperti pabrik pestisida.
Selain itu dr Smith Jeffrey mengatakan, makanan transgenik dapat menyebabkan: Alergi, Toxic, Karsinogenik (pemicu kanker), anti gizi.

Dulu saya bingung, beberapa orang yang dijumpai, menderita kanker, liver, dan penyakit serius lainnya, setelah berobat ke rumah sakit, mereka dilarang makan nasi. Setelah baca postingan dr. Herlin Ramadhanti saya mulai 'ngeh'.


Alasan Ketiga:

Makan nasi setiap hari ternyata bisa membuat perut buncit, lama-lama jadi gendut. Lha kok bisa? Ada penumpukkan karbohidrat yang tidak diperlukan tubuh. Belum siap pencernaan memproses kita sudah makan lagi, belum lagi BAB kita sudah makan lagi.  Ditambah lagi tidak diimbangi dengan gerak tubuh yang cukup. Jelas ini membuat penumpukkan di dalam perut. Makan nasi tiga kali dalam sehari kebanyakan, belum lagi sayur dan lauk yang kita makan juga mengandung karbohidrat. Agar sehat tubuh kita harus lengkap kandungan gizinya, harus ada vitamin, mineral, protein, lemak, dan sebagainya. 

Dengan ketiga alasan di atas, apa masih mau makan nasi setiap hari?

Jadi Nggak Makan Nasi Gimana, Dong?

Ya nggak gimana-gimana ya. Ada banyak makanan karbohidrat kompleks yang lebih ramah bagi pencernaan. Yaitu Umbi-umbian: ada singkong, ubi jalar, keladi, kentang. Khusus kentang saya makan dengan porsi sedikit. Penasaran kenapa? Kalian bisa bertanya di kolom komentar. 

Makanan Hari-Hari Apa?

Tak makan nasi tak kenyanglah. Masa sih? Makan sayur, buah, dan ikan, tetap tak kenyang? Bisa jadid masalahnya ada di-mindset atau belum tahu cara menyiapkan menu yang lengkap gizinya. 

Logikanya kenapa tubuh sering lapar, lapar itu sinyal dari otak, atas laporan tubuh, bahwa kebutuhan nutrisi tubuh belum terpenuhi. Jadi makan banyak bukan berarti bisa buat perut kenyang lebih lama. 

Yang penting bukan seberapa banyak yang dimakan, melainkan seberapa banyak nutrisi yang kita masukkan ke dalam mulut. 

Mau tahu menu hari-hari saya? Kalian bisa buka akun instagramnya Ibu Putu Kardha, di sini. Beliau mentor saya yang luar biasa. Mengajarkan hidup supaya sesuai kodratnya manusia. 






5 komentar:

  1. Ga mudah memang mengubah pola hidup seperti ini ya cikgu, tapiii kalo ada niat pasti bisa.

    Untuk emak2 seperti aku, berat tanntanganya bu, apalagi dengan rutinitas rumah tangga yang tiada henti.

    Nah sebagai tahap awal harus ngapain dulu nih?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bertahap. Jangan langsung stop. Kurangi porsinya.
      Banyakin sayur, lauk, biar kenyang.

      Hapus
    2. I see. Diawal sebelum mencoba dan terbiasa kita mikirnya bakalan nggak bertenaga tanpa nasi. Dan ternyata nggak bener, aku justru lebih bertenaga. Nggak mudah capek. Ciuus...

      Hapus