Sabtu, 03 Juli 2021

Asyiknya Konseling Kelompok, Menggunakan Pendekatan SFBT

 Apa Itu SFBT?

SFBT singkatan dari solution focused brief therapy kalau diartikan secara sederhana ke dalam bahasa Indonesia adalah konseling singkat berfokus solusi, di sini menggunakan kata konseling bukan terapi, karena nama lain dari SFBT sering juga disebut SFBC hanya beda pada penyebutan antara terapi dan konseling saja. Adapun teknik-teknik yang dilakukan sama saja.


Pada pendekatan ini untuk perbedaan katagori manusia sehat dan manusia bermasalah yaitu:

  • Manusia sehat, memiliki kemampuan untuk mengkonstruksikan solusi-solusi atas masaslah yang tengah dihadapi, sehingga tidak terlalu lama berkutat pada permasalahan terlalu lama.

  • Manusia bermasalah, meyakini bahwa sumber dari masalah ada pada dirinya sendiri, sehingga terjadi ketidakefektifan solusi yang dibuat dalam mengentaskan masalahnya

Sumber foto: Dictio Community


Teknik-Teknik yang Digunakan

Berikut ada tiga teknik yang perlu dilakukan pada pendekatan SFBT:

  1. Exeption Question (Pertanyaan Perkecualian): menanyakan pengalaman positif yang terjadi pada masa lalu
  2. Miracle Question (Pertanyaan Keajaiban): menanyakan tentang keajaiban yang terjadi, saat semua masaslah terselesaikan sebagaimana target skala yang ditetapkan tercapai
  3. Scaling Question (SC/ PertanyaanPenskalaan): menanyakan dan mendiskusikan kedudukan konseli pada rentang skala 0-5 pada posisi mana dan harus ditetapkan secara pasti. Juga tanyakan ingin berada di skala tersebut berapa lama dan tindakan apa saja yang perlu dilakukan

D    "Bagaimana dari penjelasan singkat di atas, apakah kalian tertarik menggunakan pendekatan SFBT di dalam konseling kelompok?"

Berikut contoh Rencana Konseling Kelompok (RKK) dengan pendekatan SFBT: 


Rencana Konseling Kelompok

     Komponen                              : Layanan responsif

     Bidang Bimbingan                  : Akademik

T   Topik                                       : Prokrastinasi (Kebiasaan menunda tugas)

     Lokasi waktu                           : 2 x 45 menit

     Nama Konseli                          : A1, A2, A3, A4, A5, A6, A7

H  Hari/Tanggal                            : Rabu, 30 Juni  dan 6 Juli 2021

 

 

A.

Tujuan Layanan

Tujuan Umum:

Melalui konseling kelompok siswa mampu mengatasi perilaku prokrastinasi akademik yang terjadi pada siswa.

Tujuan Khusus:

1.   Siswa mampu memutuskan solusi yang akan dilakukan untuk mengatasi perilaku prokrastinasti akdademik (C5)

2.   Siswa mampu mengubah perilaku negatif yaitu perilaku prokrastinasti akademik ke perilaku yang lebih positif (A5)

3.   Siswa mampu membangun kebiasaan yang lebih baik terkait dengan perilaku prokrastinasti akademik (P2)

 

B

Pendekatan, Teknik, dan Media

1.      Pendekatan: SFBT

2.      Teknik: Scalling

3.      Media:  Kartu Angka (1-5), Google Form

 

C

 

Langkah-Langkah Kegiatan


1.   Tahap Pembentukan (Struktur sesi awal konseling)

a.     Memberikan salam dan menyambut dengan ramah

b.     Memimpin doa

c. Menanyakan kabar dan memastikan anggota kelompok tidak tegang

d. Mempersilahkan anggota kelompok untuk saling mengenal.

e.    Menjelaskan pelaksanaan konseling kelompok

f. Menjelaskan pengertian dan tujuan konseling kelompok

g. Menjelaskan structuring (peran pemimpin dan anggota kelompok)

h. Pemimpin kelompok memberikan Informed Consent sebagai kesediaan  untuk melakukan konseling

i.   Menyampaikan asas-asas konseling kelompok

j. Membuat kesepakatan keterbukaan dan kerahasiaan konseling, yang kemudian diikrarkan bersama anggota kelompok

k. Membuat kesepakatan batasan waktu pelaksanaan konseling

10 menit

 

2.      Tahap Transisi


  1.   Melakukan ice breaking
  2. Meyakinkan kesiapan dan kenyamanan anggota kelompok
  3. Memastikan semua anggota kelompok siap melanjutkan ke tahap kegiatan berikutnya
  4. Meyakinkan kembali anggota kelompok

5 menit

 

3.      Tahap Inti Kegiatan


  1. Mengidentifikasi masalah, mempersilakan setiap anggota kelompok untuk mengutarakan permasalahannya masing-masing
  2. Membuat kesepakatan bersama untuk memilih yang paling penting untuk dibahas dari salah satu anggota kelompok
  3. Mengeksplorasi masalah (membicarakan masalah) yang diutarakan oleh konseli
  4. Menghidupkan dinamika kelompok
  5. Mempersilakan setiap anggota untuk bertanya, atau memberikan masukan
  6. Mendorong konseli beralih dari pembicaraan tentang masalah yang sedang dialami menjadi diskusi dengan fokus pemecahan masalah atau solusi (membicarakan perubahan yang terjadi ketika konseli mengambil keputusan untuk berubah)
  7. Membantu konseli membuat pilihan dengan kesadaran
  8. Membantu konseli untuk semakin menyadari kekecualian-kekecualian (exceptions)
  9. Jika exceptions gagal, maka munculkan pertanyaan ajaib (Miracle Questions)
  10. Membuat Pilihan Sadar (Choosing Conscious), dengan pertanyaan Penskalaan/Scalling Questions
  11. Pemimpin kelompok meminta konseli membuat simpulan apa saja yang akan dilakukan (home work)  setelah mengikuti konseling kelompok
  12. Pemimpin kelompok menanyakan kapan dan berapa lama semua tindaklanjut dilakukan
  13. Meminta konseli melaporkan hasil tindakannya kepada pemimpin dan anggota kelompok
  14. Meminta anggota kelompok merangkum poin-poin belajar yang dapat ditemukan pada setiap sesi konseling kelompok

25 menit

 

4.      Terminasi


a.Pemimpin kelompok memastikan tidak ada lagi yang perlu dibahas

b.Membuat kesepakatan dengan anggota untuk melanjutkan konseling kelompok berikutnya dan memonitoring perkembangan pasca konseling bagi anggota yang telah mengemukakan permasalahannya.

c.Mengukur kemajuan perilaku konseli dengan cara meminta konseli mengisi evaluasi melalui google form

d.Bersama anggota kelompok mengakhiri seluruh rangkaian kegiatan

5 menit

 

      Semoga postingan ini bermanfaat ya. Silakan jika ada yang ingin ditanyakan atau didiskusikan tinggalkan pesasn di kolom komentar ya.


(S    (Suci Widyasari Tanjung - Mahasiswa PPGDalJab 2021 di Universitas Sebelas Maret)





Tidak ada komentar:

Posting Komentar